fbpx

Berbagi Adalah Bentuk Rasa Syukur

Geraknya tak diliput oleh media, tak diketahui oleh banyak orang namun di sana terdapat jiwa yang sangat besar yaitu kesabaran.

Ibu dari satu orang anak ini bernama Sri Hartatik, namun kerap kali orang-orang disekelilingnya memanggilnya dengan nama Mbak Hani. Dedikasinya dalam dunia sosial sudah tidak diragukan lagi khususnya bagi Rumah Sosial Kutub. Ia sudah menemani perkembangnya Rumah Sosial Kutub sejak pertama kali hingga sekarang.

Mbak Hani tinggal di salah satu perkampungan di daerah Cileungsi. Lokasi perkampungan yang berada di samping perumahan ini membuat Mbak Hani lebih banyak bersilaturahmi dan mengikuti kegiatan yang ada di dalam perumahan. Selain adanya wadah untuk mengaji, Mbak Hani juga mulai dipercaya dalam program-program yang ada di sana karena dedikasinya dalam berbagi kepada orang lain.

Sejak bergabung menjadi relawan RSIK ia sangat aktif sekali mengajak warga perumahan untuk melakukan GSR. GSR merupakan singkatan dari Gerakan Sabtu Resik, sebuah program yang diluncurkan oleh Rumah Sosial Kutub untuk Sedekah Barang Bekas agar dimanfaatkan untuk program-program sosial dan juga pemberdayaan sosial.  Sedekah barang bekas (Ubah Sampah Jadi Sedekah) kini sangat masif dilakukan di perumahan Harvset City ini. Program ini memberikan solusi bagi warga komplek yang bingung membuang barang-barang mereka. Kini hampir setiap  minggu, mobil layanan jemput sedekah barang bekas yang dimiliki oleh Rumah Sosial Kutub mampir ke rumah para donatur di Perumahan Harvest City.

Meski ibu dengan satu anak ini terlihat lelah, namun ia tidak pernah meninggalkan momen penjemputan yang sudah dijadwalkan. Ia mendampingi dan selalu membangun komunikasi kepada donatur yang mensedekahkan barang-barang bekasnya. Pernah suatu hari ia berkata, “jika aku belum mampu bersedekah dengan hartaku, biar tetesan keringat ini kelak menjadi saksi bahwa aku pernah menjadi bagian dari kebaikan ini.” Tak hanya itu, semangatnya untuk berbagi merupakan bentuk rasa syukur atas nikmatNya, jelas Mbak Hani.

Terkadang dalam pandangan manusia, sukses diukur dengan materi di mana banyaknya hartamu menjelaskan kesuksesanmu. Namun sejatinya kita sudah sukses ketika kita tak lagi sibuk memikirkan diri sendiri. Kita sudah mampu melawan hawa nafsu dan condong kepada pengabdian untuk orang lain.

Itulah relawan, katanya tak banyak ia ucapkan, namun laku dan geraknya membuat orang terinspirasi dan memberikan energi untuk ikut serta berbuat kebaikan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *