fbpx

Setelah 54 Tahun Mendidik Anak Negeri, Pesantren Akan Dibangun Kembali

(13/9/19) Peletakan batu pertama pembangunan pesantren An-Nidzam resmi dilaksanakan oleh Direktur Rumah Sosial bersama dengan anak-anak penghafal qur’an yatim dan dhuafa . Dahulunya sekolah ini hanya berbentuk semi MI (Sekolah Agama Setara MI). Sekolah ini didirikan pada tahun 1962. Sudah hampir 57 tahun, sekolah ini sudah berkontribusi untuk mencerdaskan amak-anak di lingkungan sekitar.

Sejak didirikannya, anak-anak tidak pernah dipungut biaya kepada mereka yang ingin belajar sehingga sudah banyak anak-anak dapat terlepas dari buta hurufnya. Pengolahan sekolah ini murni dilakukan oleh sebuah keluarga yang berpuluh-puluh tahun berjuang dengan ikhlas untuk mencerdaskan anak bangsa.

Namun sayang,  keterbatasan mereka sebagai seorang petani dengan panen yang tidak menentu tidak dapat memfasilitasi dengan baik. Masyarakat yang biasanya ikut membantu pun juga sering sekali mengalami paceklik dan kerap kali mengalami gagal panen.

Direktur Utama Rumah Sosial Kutub sedang menyemen batu pertama pesantren An-Nidzam

Suhito selaku pimpinan Rumah Sosial Kutub menghimbau semua masyarakat untuk bersama mewujudkan sekolah/pesantren yang bisa melahirkan generasi-generasi yang dapat membawa kebermanfaatan untuk Indonesia di masa depan. “Insyaallah peletakan batu pertama ini bisa menjadi awal yang baik untuk mewujudkan cita-cita yang besar,” imbuh Suhito.

Abah selaku pimpinan pesantren yang usia nya kini mencapai 75 tahun berharap dengan pesantren ini akan muncul generasi-generasi yang kembali kepada Al-Quran. Anak remaja akan kembali lagi memenuhi langgar dan masjid untuk melantunkan kalam Allah.

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error

Sebarkan berita kebaikan di social media Anda