fbpx

Mari Selalu Berkasmaran dengan Amalan

Adakah yang tak menginginkan sosok kekasih yang senantiasa berjalan dengan paduan setia? Adakah yang tak menginginkan bersamanya di sepanjang masa? Pastilah, semua insan bernyawa selalu mendambanya. Namun, apakah adakah yang tahu bahwa siapakah sebenarnya kekasih yang tidak akan meninggalkan kita dalam keadaan suka maupun duka?

Mungkin, ada yang menjawab dialah pasanganku, istriku, atau suamiku.

Al Bazzar meriwayatkan dalam musnadnya dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

 

مَثَلُ ابْنِ آدَمَ وَمَالِهِ وَعَمَلِهِ مَثَلُ رَجُلٍ لَهُ ثَلَاثَةُ أَخِلَّاءَ, قَالَ لَهُ أَحَدُهُمْ: أَنَا مَعَكَ مَا دُمْتَ حَيًّا, فَإِذَا مُتَّ فَلَسْتَ مِنِّي وَلَا أَنَا مِنْكَ, فَذَلِكَ مَالُهُ, وَقَالَ الْآخَرُ: أَنَا مَعَكَ, فَإِذَا بَلَغْتَ إِلَى قَبْرِكَ فَلَسْتَ مِنِّي وَلَسْتُ لَكَ, فَذَلِكَ وَلَدُهُ، وَقَالَ الْآخَرُ: أَنَا مَعَكَ حَيًّا وَمَيِّتًا فَذَلِكَ عَمَلُهُ

“Permisalan hubungan antara anak Adam dengan harta dan amalnya sebagaimana seseorang yang memiliki 3 orang kekasih. Salah satunya berkata kepadanya, ‘Aku bersama engkau selama engkau hidup. Maka jika engkau telah wafat, engkau bukan bagian dariku dan akupun bukan bagian darimu; itulah hartanya.’ Dan yang kedua berkata, ‘Aku bersama engkau. Maka jika engkau telah masuk ke dalam kuburmu, engkau bukan bagian dariku dan aku bukanlah milikmu lagi; dan itulah anaknya. Dan yang ketiga berkata, ‘Aku bersama engkau selama engkau hidup dan setelah matimu; itulah amalannya.”

Ternyata hanya Amal salehlah yang akan menemani kita dalam dua alam yang berbeda: alam dunia dan akhirat. Hanya Amal saleh jugalah yang tidak akan meninggalkan kita dalam kesendirian di dalam kubur.

Jadi, jika Amal Saleh akan selalu setia maka mengapa kita masih enggan berkasmaran dengannya? Masih malas-malasan atau bahkan mengabaikannya? Harusnya kita harus terus menerus beramal tanpa perhitungan. Karena diakhirat nanti akan ada waktu perhitungan dan tak ada lagi amal perbuatan.

Untuk itu, kita harus mulai berlomba dalam memprioritaskan bekal yang kekal. Kelak di pengadilan akhirat, bumi dan seluruh anggota badan kita akan mengabarkan tentang apa saja yang telah dilakukan selama di dunia. Maka, perbanyaklah amal shaleh dimanapun, kapanpun, dan bagaimanapun keadaanya. Agar kelak amal shaleh tersebutlah yang menjadi saksi kebaikan-kebaikan kita di hadapan Allah nanti.

Dari Allah kita datang. Untuk Allah  kita hidup.  Kepada Allah kita kembali.

Yuk, mari selalu berkasmaran dengan amalan.  

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error

Sebarkan berita kebaikan di social media Anda